7 Maret 2020

Ini dia ‘Juara’ Mesin Kopi untuk Buat Kopi di Rumah saat Mager, Moka Pot

Hujan menyambut Indonesia dengan curah yang deras di awal 2020. Kamu yang ingin minum kopi tiba-tiba berhenti. Rasanya malas untuk keluar. Mau pesan lewat aplikasi, hitungan ongkos kirim membuat kopi jadi lebih mahal. Tiba-tiba kamu melihat iklan moka pot di linimasa instagram kamu.

Sebuah ‘teko’ berbahan stainless steel tersebut menarik perhatianmu. Kamu membayangkan bagaiamana Moka pot tersebut hadir di depanmu, tersimpan rapih di atas meja di dapur. “Ukurannya kok kecil, ya? Apa benar ini buat bikin espresso?” pikirmu. Kamu mulai penasaran bagaimana Moka pot membuat secangkir kopi menggunakan ‘teko’ kecil tersebut.

“Hasilnya apakah akan berbeda dari mesin kopi espresso besar kayak di kafe?” begitu pertanyaan yang sering kamu temukan di forum online pecinta kopi, kan? Nah, sebenarnya tidak begitu. Asal pembuatannya benar, seduhan kopi dari Moka pot tidak kalah enaknya dari yang disajikan di kedai kopi alias kafe.

Asal-Usul Moka Pot

Namun sebenarnya apa sih, Moka pot itu? Moka pot merupakan perangkat seduh espresso yang berukuran kecil. Seperti teko teh atau termos, Moka pot menggunakan stainless steel untuk merangkap panas di dalamnya. Ada pula Moka pot yang menggunakan listrik sehingga dapat dibawa ke mana saja alias portable. Penggunaannya yang mudah adalah daya tarik utama dari Moka pot. Cukup masukkan bubuk kopi dan air panas, kopi hangat dapat dinikmati tiap hari. Bubuk-bubuk kopi organik atau kopi sachet adalah sahabat nomor satu dari Moka pot. Selain tidak menghabiskan banyak waktu untuk menggiling biji kopi agar halus terlebih dahulu, kamu juga tidak perlu untuk merogoh kocek tambahan untuk membeli penggiling biji kopi itu sendiri.

alfonso-bialetti-membuat-moka-pot

Kalau kamu jalan-jalan ke Italia, kamu akan menemukan bahwa Moka pot adalah hal lumrah bahkan wajib ada di setiap rumah. 9 dari 10 rumah tangga pasti memiliki Moka pot. Moka pot yang juga biasa disebut Stovetop Coffeemaker  ini pertama kali ditemukan di Italia juga oleh Alfonso Bialetti, dibantu oleh Luigi De Ponti untuk desain produknya. Kala itu, masa The Great Depression memaksa rakyat Italia untuk mencari alternatif-alternatif guna menghemat pengeluaran. Maklum, kondisi ekonomi dunia pada tahun 1930-an sedang merosot dan inflasi terjadi di mana-mana. Namun Alfonso tetap ngotot ingin minum kopi tiap hari, walaupun baginya kopi merupakan produk mewah yang tidak bisa ia beli sembarangan. Kafe menyediakan menu kopi, namun harga kopi seduh yang dijual di kafe ikut-ikutan melunjak. Alfonso kemudian memutuskan untuk membuat Moka pot.

Ide membuat Moka pot tidak ia temukan di dapur. Alfonso justru mendapat ide membuat Moka pot ketika ia memperhatikan istrinya yang sedang mencuci menggunakan mesin cuci versi tahun 1930-an; tungku api, ember, dan penutup dengan tabung di atasnya. Ember cucian tersebut dipenuhi air sabun, ditutup rapat, lalu tabungnya akan membuat air tersebut menguap sehingga evaporasi dari kotoran di baju terbawa bersama uap air sabun. Alfonso lalu membayangkan bagaimana jika bubuk kopi berada dalam sebuah alat serupa. Tak lama kemudian, ia mulai membuat prototipe pertama dari Moka pot. Alfonso membuat ruang bawah pada Moka pot untuk menaruh bubuk kopi mendidih yang akan menekan uap ke luar, sehingga menghasilkan ekstraksi kopi di ruang bagian atas. Setelah beberapa percobaan, Alfonso dan Luis membawa Moka pot untuk dikenalkan kepada dunia dan dijual. Desain dan fungsi Moka pot ini unik sehingga diabadikan di berbagai museum seperti museum Coper-Hewitt, National Design Museum, hingga London Science Museum.

Moka Pot Bialetti

Moka pot Bialetti original buatan Alfonso yang awalnya bernama “Moka Express Coffeemaker” ini masih diproduksi hingga sekarang dan memiliki tanda unik berupa gambar karikatur l’omino coi baffi yang artinya “pria kecil berkumis”. Menurut buku Desconstructing Product Design oleh William Lidwell dan Gerry Manacsa, gambar karikatur itu Alfonso pesan dari seorang seniman Itali bernama  Paul Campani pada 1953.  

bialetti-moka-express-coffeemaker

Oleh karena itu, brand atau merk Mokapot Bialetti masih menjadi merk terbaik sekaligus legendaris bagi pecinta kopi yang memilih Moka pot sebagai alat utama sebagai pembuat kopi seduh di rumah. Kini produk Mokapot Moka Express milik merk Bialetti dibuat dari bahan food grade aluminium alloy sehingga tidak perlu khawatir tentang paparan korosi alumunium yang terjadi ketika digunakan untuk menyeduh kopi yang notabene asam dalam jangka waktu lama. Merk Bialetti sendiri memiliki  versi-versi lain dari Moka pot selain Mokapot Moka Express. Contohnya adalah Mokapot Bialetti Brikka, yang dapat memproduksi hasil akhir kopi yang lebih creamy karena menggunakan tutup khusus sehingga menghasilkan teknik paten bernama pressure valve. Pressure valve membuat tekanan udara dan menjebak uap lebih lama ketika seduhan kopi mendidih, sehingga hasil seduhan lebih kental. Namun dibalik kualitas bagus, ada harga yang lumayan mahal. Harga Moka pot Bialetti dapat berkisar antara Rp. 300.000 hingga Rp.1.600.000. Semua itu kembali lagi kepada manufaktur, kualitas, serta keaslian Moka pot Bialetti. Moka pot Bialetti yang asli dan bukan tiruan pastilah memiliki harga yang mahal.

Moka Pot Pedrini

Selain Bialetti, terdapat pula Moka pot merk lain yang tak kalah bagusnya. Moka pot Pedrini merupakan merk moka pot yang juga berasal dari Italia, yang pabriknya didirikan pada 1942. Moka pot Pedrini memilliki kelebihan berupa harga yang lebih murah dengan bahan yang sama, yaitu food grade allumunium alloy. Hanya saja, ukuran moka pot Pedrini relatif lebih kecil dibanding moka pot Bialetti.

moka-pot-merek-pedrini

Mengukur kapasitas moka pot bisa kamu lakukan menggunakan satuan Cup. Cup berarti gelas espresso (30ml-50ml), yang mana perbandingan satuan ini berarti seberapa banyak gelas espresso yang dapat ditampung di dalam moka pot. Jika moka pot GAT Galosa berukuran 6 cup, berarti kapasitasnya berkisar antara 180ml-300ml. Begitu pula dengan moka pot Pedrini. Ukuran moka pot Pedrini rata-rata antara 1 cup hingga 3 cup, sehingga harganya lebih murah.

Menggunakan moka put praktis dan mudah. Itulah kenapa moka pot menjadi mesin kopi unggulan. Ketika kamu menggunakan moka pot, yang kamu butuhkan hanya air dan bubuk kopi. Tujuannya adalah menempatkan dan menyeduh bubuk kopi tersebut di dalam moka pot. Struktur moka pot membuat penyeduh kopi ini juga mudah dibersihkan. Struktur moka pot yang terdiri dari ruang atas (upper chamber) tempat hasil seduhan, ruang tengah di mana ada filter dan ruang bawah (lowe chamber) di mana tempat bubuk kopi dan air ditaruh sebelum diseduh.

Kopi bubuk organik (atau biji kopi organik, tetapi anda harus menggiling biji kopinya dahulu hingga halus) ditempatkan di tabung tepat di bawah saringan. Kemudian masukkan air di ruang bawah, lalu kemudian nyalakan kompor hingga airnya mendidih.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggunakan Moka Pot

Permasalahan yang sering ditemukan pecinta kopi ketika menggunakan moka pot adalah rasa pahit berlebihan dan sensasi terbakar (burnt) di lidah ketika kopi sudah matang. Cara kerja moka pot mirip seperti mesin espresso klasik besar yang terdapat di kafe-kafe. Namun perbedaannya terletak pada proses saat air mendidih mengekstraksi bubuk kopi. Jika mesin kopi espresso memproses ekstraksi dengan merendam (immense), moka pot membuat aliran uap hanya sekali mengalir (flowing) ke atas tabung pressure valve. Hal ini membuat hasil dari tekanan uap itu terasa terbakar di lidah.

Waktu penyeduhan yang kurang tepat untuk ekstraksi dan termodinamika juga dapat menjadi penyebab mengapa produk akhir dari kopi yang dibuat menggunakan moka pot menjadi pahit. Resistansi hidrolik pada ampas kopi dapat memberitahu kamu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ekstraksi bubuk kopi, berdasarkan tiga faktor berikut:

  1. Jumlah kopi yang digunakan,
  2. Tingkat kehalusan bubuk kopi, dan
  3. Penekanan bubuk kopi (tamping); apakah dibiarkan saja atau ditekan dengan cara memasang sekrup antara ruang atas dan ruang bawah moka pot.

Cara Kerja Moka Pot

Termodinamika ada di dalam hubungan antara tekanan air dan temperatur. Menggunakan rumus, kamu dapat menghitung satuan tekanan yang dihasilkan di dalam mesin moka pot, atm (atmosphere), dengan mengetahui tekanan air dan temperatur. Contohnya, bila titik didih air 100 derajat, maka tekanan yang dihasilkan moka pot adalah 0,5 atm.

Dengan tekanan yang dihasilkan moka pot, maka uap panas akan mengalir searah keluar menuju tabung atas. Proses ini dapat berubah menjadi bencana bila temperatur terlalu tinggi. Banyak contoh kasus di mana moka pot meledak. Itu disebabkan bahan moka pot tidak dapat menahan temperatur tinggi dan tekanan yang dihasilkan dari tamping. Semakin halus bubuk kopi, maka semakin harus dipadatkan dengan cara tamping tersebut. Bila tekanan mencapai 9 atm, maka suhu yang diperlukan untuk ekstraksi harus mencapai 180 derajat. Moka pot tidak akan bisa menahan suhu setinggi itu. Maksimal suhu moka pot adalah 110 derajat, itupun akan membuat beberapa bagian moka pot menjadi tidak stabil dan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Bahkan, beberapa moka pot dapat rusak.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan bubuk kopi dari biji kopi yang digiling. Hasil dari gilingan tidak boleh terlalu halus maupun terlalu kasar. Volume dari bubuk kopi yang dituang ke dalam moka pot juga jangan terlalu penuh agar kamu tidak memerlukan tamping. Sebab, jika kopi yang dituang terlalu banyak, maka akan ada partikel yang tidak larut ketika proses ekstraksi. Partikel yang tidak larut itulah yang menyebabkan rasa asam. Masih penasaran bagaimana cara menggunakan moka pot untuk membuat kopi ekspresso, simak video berikut:

Cara Membersihkan Moka Pot

Dalam membersihkan moka pot juga ada cara tertentu, terutama mokapot Bialetti. Kamu pernah menyicipi kopi yang beraroma atau berasa seperti sabun? Itu pasti karena pengguna moka pot sebelumnya tidak memperhatikan prosedur pembersihan yang benar. Moka pot Bialetti tidak boleh dibersihkan menggunakan sabun karena aroma sabun akan ikut bercampur bersama kopi pada proses ekstraksi selanjutnya. Selain itu, bagian funnel, gasket, dan filter moka pot Bialetti harus senantiasa ditaruh dalam keadaan miring atau tengkurap, bukannya ke atas. Mengapa harus begitu? supaya residu atau sisa-sisa kopi agar jatuh dari bagian tersebut.

Moka pot merupakan salah satu metode pembuatan kopi di rumah yang tak kalah enak dengan kopi-kopi buatan di kafe. Bagaimana, kamu jadi membeli moka pot atau tidak?[]

Katherine Hall
author
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram